Tampilkan postingan dengan label shalat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shalat. Tampilkan semua postingan

KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH

Selasa, 29 September 2009

Adapun keutamaan shalat berjama'ah dapat diuraikan sebagai berikut:

* Berjama'ah lebih utama dari pada shalat sendirian. Rasulullah SAW bersabda: "Shalat berjama'ah itu lebih utama dari pada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA)
* Dari setiap langkahnya diangkat kedudukannya satu derajat dan dihapuskan baginya satu dosa serta senantiasa dido'akan oleh para malaikat. Rasulullah SAW bersabda: "Shalat seseorang dengan berjama'ah itu melebihi shalatnya di rumah atau di pasar sebanyak dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila seseorang berwudhu' dan menyempurnakan wudhu'nya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan semata-mata untuk shalat, maka setiap kali ia melangkahkan kaki diangkatlah kedudukannya satu derajat dan dihapuslah satu dosa. Dan apabila dia mengerjakan shalat, maka para Malaikat selalu memohonkan untuknya rahmat selama ia masih berada ditempat shalat selagi belum berhadats, mereka memohon: "Ya Allah limpahkanlah keselamatan atasnya, ya Allah limpahkanlah rahmat untuknya.' Dan dia telah dianggap sedang mengerjakan shalat semenjak menantikan tiba waktu shalat." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Huraira RA, dari terjemahan lafadz Bukhari).
* Terbebas dari pengaruh/penguasaan setan. Rasulullah SAW bersabda: "Tiada tiga orangpun di dalam sebuah desa atau lembah yang tidak diadakan di sana shalat berjama'ah, melainkan nyatalah bahwa mereka telah dipengaruhi oleh setan. Karena itu hendaklah kamu sekalian membiasakan shalat berjama'ah sebab serigala itu hanya menerkam kambing yang terpencil dari kawanannya." (HR. Abu Daud dengan isnad hasan dari Abu Darda' RA).
* Memancarkan cahaya yang sempurna di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: "Berikanlah khabar gembira orang-orang yang rajin berjalan ke masjid dengan cahaya yang sempurna di hari kiamat." (HR. Abu Daud, Turmudzi dan Hakim).
* Mendapatkan balasan yang berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat Isya dengan berjama'ah maka seakan-akan ia mengerjakan shalat setengah malam, dan barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh berjama'ah maka seolah-olah ia mengerjakan shalat semalam penuh. (HR. Muslim dan Turmudzi dari Utsman RA).
* Sarana penyatuan hati dan fisik, saling mengenal dan saling mendukung satu sama lain. Rasulullah SAW terbiasa menghadap ke ma'mum begitu selesai shalat dan menanyakan mereka-mereka yang tidak hadir dalam shalat berjama'ah, para sahabat juga terbiasa untuk sekedar berbicara setelah selesai shalat sebelum pulang kerumah. Dari Jabir bin Sumrah RA berkata: "Rasulullah SAW baru berdiri meninggalkan tempat shalatnya diwaktu shubuh ketika matahari telah terbit. Apabila matahari sudah terbit, barulah beliau berdiri untuk pulang. Sementara itu di dalam masjid orang-orang membincangkan peristiwa-peristiwa yang mereka kerjakan di masa jahiliyah. Kadang-kadang mereka tertawa bersama dan Nabi SAW pun ikut tersenyum." (HR. Muslim).
* Membiasakan kehidupan yang teratur dan disiplin. Pembiasaan ini dilatih dengan mematuhi tata tertib hubungan antara imam dan ma'mum, misalnya tidak boleh menyamai apalagi mendahului gerakan imam menjaga kesempurnaan shaf-shaf shalat. Rasulullah SAW bersabda: "Imam itu diadakan agar diikuti, maka jangan sekali-kali kamu menyalahinya! Jika ia takbir maka takbirlah kalian, jika ia ruku' maka ruku'lah kalian, jika ia mengucapkan 'sami'alLaahu liman hamidah' katakanlah 'Allahumma rabbana lakal Hamdu', Jika ia sujud maka sujud pulalah kalian. Bahkan apabila ia shalat sambil duduk, shalatlah kalian sambil duduk pula!" (HR. Bukhori dan Muslim, shahih).

Dari Barra' bin Azib berkata: "Kami shalat bersama Nabi SAW. Maka diwaktu beliau membaca 'sami'alLaahu liman hamidah' tidak seorang pun dari kami yang berani membungkukkan punggungnya sebelum Nabi SAW meletakkan dahinya ke lantai. (Jama'ah)

* Merupakan pantulan kebaikan dan ketaqwaan. Allah SWT berfiman: "Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tetap mendirikan shalat." (QS. 9:18).

TIPS MEMBERIKAN SHALAT SUBUH MENJADI YG TERBAIK...

1. Numero uno is niat!
Shalat yang punya rentang waktu paling pendek dibanding shalat wajib yang lain ini adalah perintah Allah. Dan tentu saja, niat kita mengerjakannya adalah karena Allah. Bukan karena perintah manusia. Disitulah tantangan sekaligus kelebihannya. Allah tidak pernah tidur, dan tetap ada walaupun liburan sekolah tiba. Jadi kalau niatnya karena Allah, apa ada lagi yang bisa menghalangi? Hal ini enggak bisa kita anggap sepele,bro-sis. Karena beda antara orang ikhlas dan munafik juga bisa nampak dari sini lho! Dan tentu saja beruntunglah orang-orang yang ikhlas..
”Iblis menjawab, Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis diantara mereka.” (Shad:82-83)

2. Azam yang kuat!
When there’s a will, there’s a way! Selalunya begitu. Saat kita tekadkan untuk bangun subuh. Kita akan melakukan apa saja untuk bangun subuh (Silakan simak tips selanjutnya!) Nah, untuk bisa menciptakan tekad itu, kita perlu ilmu-nya. Terus ingatkan tentang keutamaan shalat subuh. Kalau perlu tugaskan untuk mencari sendiri. Untuk menjaga pelaksanaanya, buatlah sebuah kolom harian yang bisa memutaba’ah pelaksanaan shalat subuh setiap harinya. Jangan lupa dievaluasi!

3. STOP maksiat!
Shalat subuh adalah hadiah dari Allah untuk orang yang shalih. Kalau terlewatkan itu musibah yang terjadi karena kelalaian diri. Coba ingat dosa-dosa yang mungkin menyeret kita untuk jauh dari subuh. Taubati. Dan jangan pernah dilakukan lagi. Sekecil apa-pun dosanya, bisa jadi penyebabnya. ”Jangan sampai kalian meremehkan dosa-dosa, karena dosa-dosa itu bila berkumpul pada seseorang, akan menghancurkannya.” (HR. Ahmad)

4. do’a perketat!
Tentunya Allah lah pemilik ruh-ruh ini yang diambil saat kita akan tidur dengan iringan do’a, dan dikembalikan saat bangun juga dengan do’a. Kita pun bisa meminta Allah untuk memberikan kita shalat subuh berjamaah di masjid untuk hari esok. Insya Allah.

5. Subuh-mates
”Seseorang menurut agama kawannya, maka hendaklah setiap seorang kamu melihat siapa yang harus dipergaulinya.” (HR. Ahmad) Untuk saling menyemangati dan menasehati perlu juga berbagi dengan sahabat-sahabat lain yang ingin konsisten dengan shalat subuh berjamaah di masjid tentunya. Bila perlu libatkan semua grup mentoring kita untuk sama-sama menjaga subuh.

6. Tidur juga ada aturannya!
Yap. Coba ajarkan tentang bagaimana Rasulullah –yang tak pernah terlewat bangun subuh, plus QL- tidur. Jangan lupa berwudhu dengan sempurna, menghadap ke kanan, dan membaca do’a sebelum tidur. Usahakan sebisa mungkin untuk enggak tidur telalu malam –apalagi cuman buat nonton *_*- Semakin cepet tidur, semakin cepet bangun.

7. Jangan kekenyangan ya..
Tips ini pastinya sesuai syariat dan juga memang baik untuk kesehatan. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk pernapasan. Sarankan juga enggak mengkonsumsi teh, kopi, juga minuman bersoda di malam hari.

8. Replay terus keutamaan waktu subuh!
Baca hadits-hadits tentang fadhilah shalat subuh.

9. satu weker ga cukup dong!
Beli jam weker yang deringnya paling ribut –kalau deringnya lagu yang enak justru malah tambah lelap deh-, taruh di tempat yang enggak terlalu dekat dengan tangan kita tapi juga enggak terlalu jauh, kalau mau lebih optimal pake lebih dari satu jam weker, dan jangan lupa di stel sesaat sebelum adzan subuh –ini untuk masa adaptasi, kalau udah biasa baru coba stel lebih awal biar ada waktu untuk QL juga-.

Nah, ’weker kedua’ adalah hp atau telponmu! Janjian dengan sahabatmu untuk menelepon saat bangun duluan. Kalau perlu sempatkan buat ngobrol sebentar biar enggak ketiduran lagi –tentunya kalau ada banyak pulsa ^_^-

10. Ajak yang lain!
Yap. Indah bukan. Semakin banyak orang yang di ajak, akan semakin banyak yang mengingatkannya, semakin besar juga pahala yang akan didapat